Mengungkap Rahasia: Siapa yang Sebenarnya Disalib, Isa Atau Simon?
Minggu, 03 November 2013
Seorang petani Mesir sedang menggali mencari tanah lunak dan subur di
dekat Desa Nag Hamadi, Hulu sungai Nil menemukan sebuah bejana dari
tanah liat merah. Berisi Tiga Belas naskah kuno, gulungan dari papirus
yang terikat dengan kulit.
Tidak menyadari betapa pentingnya naskah kuno tersebut, sempat
digunakan beberapa naskah sebagai kayu api. Sampai akhirnya ia melihat
ada yang menarik dari naskah-naskah tersebut. Sehingga kemudian
diselundupkan ke Mesir dan dijual di pasar gelap.
Abad Modern, Menginjak Abad ke 20 Masehi
Para pakar modern barat menetapkan gulungan papirus kuno dari Nag
Hamadi merupakan koleksi naskah Biblikal, sebuah simpanan yang amat
sangat berharga dari dokumen-dokumen Kristen pertama. Beberapa
diantaranya dapat disejajarkan dengan Injil-Injil.
Para pakar modern juga menetapkan, gulungan papirus kuno dari Nag
Hamadi yang ditemukan kembali, merupakan naskah kuno asli, berasal dari
tahun 150 Masehi, salah satu diantaranya memuat materi yang bahkan lebih
tua dari yang terkandung dalam Alkitab Perjanjian Baru. Mereka kemudian
menyebutnya dengan “ The Nag Hammadi Scroll “.
Dalam salah satu naskah Nag Hammadi yang berjudul “ The Second
Treatise Of Great Seth “ ( Perjanjian Kedua Seth yang Agung ),
menggambarkan Isa, tepat persis seperti dalam buku Basilides.
Kembali ke …tahun 120 – 130 Masehi
Basilides, seorang cendekia dari Alexandria, seorang yang paham benar
Kitab Suci Ibrani dan Injil-Injil Kristen. Juga ahli dalam pemikiran
Mesir dan Hellenistik. Basilides telah menulis sekurangnya dua puluh
empat komentar terhadap Injil. Diantaranya mengatakan bahwa Penyaliban
itu palsu, sehingga Isa tidak mati di tiang salib, dan bahwa seorang
pengganti – Simon dari Cyrene, telah menggantikan Isa.
Al Qur’an Abad ke 7 Masehi
QS 4 : 157 : “ dan karena ucapan mereka : “ Sesunggguhnya kami telah
membunuh Al Masih, Isa Putra Maryam, rasul Allah, padahal mereka tidak
membunuhnya dan tidak ( pula ) menyalibnya, tetapi ( yang mereka bunuh
ialah ) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan
belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”
The Second Treatise Of Great Seth
The Second Treatise Of Great Seth ( Perjanjian Kedua Seth Yang Agung )
merupakan salah satu dokumen naskah kuno dari Gulungan Nag Hammadi yang
tidak bertanggal. Dalam dokumen tersebut digambarkan Isa selamat dari
kematian di tiang salib karena digantikan oleh seseorang.
Dalam kutipan berikut (dari naskah tersebut), Isa berbicara dengan orang pertama secara langsung :
“Aku tidak akan kalah seperti yang mereka rencanakan…Dan hanya
berpura-pura mati, tidak benar-benar mati, kalau tidak begitu mereka
akan mempermalukanku…Mereka berpikir apa yang telah terjadi padaku,
kematianku, adalah kesalahan mereka karena yang mereka paku hingga mati
adalah orang-orang mereka sendiri…Sedang yang lainnya, ayah mereka, yang
minum pundi-pndi empedu dan cuka, itu bukan aku. Mereka memukulku
dengan alang-alang, itu adalah orang lain, yaitu SIMON; yang memanggul
salib pada bahunya. Mereka mengenakan mahkota duri juga kepada orang
lain…Dan aku mentertawakan ketidaktahuan mereka.”
